Jumat, Maret 28, 2008

24 Jam di Surabaya

Dengan ijin boss, akhir Februari lalu aku ikut acara yang diadakan salah satu perusahaan properti,.. gratis.. tapi sayang cuma sehari. Terbang dari Jakarta Jam 5 Sore, 24 jam di Surabaya dan jam 5 sore hari berikutnya sudah berada lagi di Jakarta.

Aku nggak kenal seluk beluk kota terbesar kedua di tanah air ini. Minim sekali kalo tidak boleh dibilang nol. Yang kutau hanya kota pahlawan, ada ITS dan Erlangganya, ada jalan tol porong yang sekarang ditutup karena lumpur lapindo. Orang orangnya bersahabat, kalo bicara lucu karena medoknya. Nama wilayahnya lucu lucu, Ada nDarmo, Bendul Merisi Barat Besar Timur .. hehe.. (ini wilayah kekuasaan Pivien, temen kos n kuliah di Solo dulu), ada desa Duduk Sampeyan, ada yang namanya Embong dan kata kata lain seperti sentolop, jeding…. Yang menurutku agak aneh di kuping.

Di Surabaya, waktu luang setelah acara resmi, sekitar jam 10 malem, walaupun agak capek kupaksakan bisa ketemu Dedy, temen secawat eh… sejawat selama kuliah dulu. Karena aku nggak ngerti blass jalan jalan di Surabaya, daripada lingak linguk kaya nthung dipencet akhirnya Dedy yang nyamper aku ke hotel dimana aku menginap. Terus meluncur pake kuda besi eh… bebek besi ke Harian Surya, tempatnya Dodo,… temen kuliah yang jadi wartawan di harian itu.

Siip lah… ngobrol ngalor ngidul…di kantor Dodo dilanjutkan wedangan di warung yang terletak pas di depan kantor. Warungnya sih biasa aja, nggak seperti warung wedangan ala Solo yang terkenal dengan istilah hik, warung pinggir jalan sederhana yang menyediakan kopi, susu, jahe, teh atau kombinasinya. Terus ada ubo-rampe seperti sego kucing, owol-owol, pisang rebus, gorengan ,… diterangi lampu teplok atau senthir yang cahayanya pas pasan… wah pokok’e asyik dech bagi yang seneng nglayap malem. Jadi kangen nich… pingin ke Solo.

Dini hari sekitar jam 1 kami pamit sama Dodo, kembali meluncur ke hotel. Karena cuma pake kaos, aku terasa dingin juga di terpa angin malam Surabaya. Dalam perjalan balik ke hotel ternyata Dedy berinisiatif untuk menjadi Tour Guide. Kami muterin Surabaya… dari sekitar Sidoarjo ke beberapa tempat terkenal seperti tempat nongkrongnya anak muda dengan sajian rawonnyanya… ke tugu pahlawan…terus embong Malang,… terus nggak tau mana lagi … lupa… suasana sepi sich… lha jam 2 pagi je.

Terus menyusuri gang yang paling terkenal yaitu Gang Dolly…di sini masih tampak sisa sisa keramaian malam… Motor kami bergerak pelan menyusuri gang yang dihiasi etalase yang didalamnya nampak wanita wanita yang sedang bercanda. Agak takut juga sih lewat di tempat beginian…takut kalo kalo ada yang mabuk terus berbuat sesuatu yang nggak kami perkirakan atau ada kejadian kriminal tertentu… tempat macam gini kan rawan kejadian kejadian kaya gitu. Tapi ternyata tempat itu kulewati dengan aman dan kulanjutkan tour dini hariku hingga sampai di hotelku hampir jam 3 pagi. Dedy langsung pulang ke Sidoarjo nggak mau tidur menemani aku di hotel.

Hmmm puas dech….tinggal ngantuknya.
Ternyata…..! Sampe jam 4 aku belum juga bisa tidur… bahasa Jermannya glibegan, mendekati jam 5 pagi belum juga tidur…. Aneh…, padahal sekitar jam 10 malem sepertinya aku sudah ngantuk berat. Akhirnya aku loncat dari tempat tidur…menuju kamar mandi, kungkum air anget…. (sorry bahasa Jerman lagi....artinya berendam)…

Jam 6 pagi setelah kungkum baru terasa mulai ngantuk. Tapi aku nggak mau tidur karena 1 jam lagi ada acara breakfast bersama rombongan dilanjutkan acara company visit hingga sore…. Baru bisa menikmati tidur di pesawat menuju Jakarta yang nyampe jam 5 sore.

Begitulah sobat…. 24 jam di Surabaya, tanpa tidur…. Tapi happy….

Selengkapnya......

Berita Emiten 28 Mar 2008

APEX

Memperoleh 3 kontrak pengeboran migas senilai US$57.7 juta dengan beberapa pemain migas internasional seperti Total E&P Indonesia, Medco E&P Indonesia dan VICO Indonesia.Proyek tersebut berada di Kalimantan dan Sumatera.

BBRI
R&L ( Miliar Rp) Des 2007 Des 2006 Pertumbuhan
Penjualan 16,690 13,770 21%
Laba Usaha 7,560 5,780 31%
Laba Bersih 4,840 4,260 14%
EPS (Rp penuh) 403 355 14%

PGAS
R&L ( Miliar Rp) Des 2007 Des 2006 Pertumbuhan
Penjualan 8,800 6,630 33%
Laba Usaha 3,080 2,390 29%
Laba Bersih 1,570 1,890 -17%
EPS (Rp penuh) 346 418 -17%
Kenaikan pendapatan dan laba usaha tidak mendorong kenaikan laba bersih perseroan Q4 2007 karena adanya kerugian lain lain seperti rugi selisih kurs dan beban bunga sebesar Rp628M, sementara tahun sebelumnya justru memperoleh laba lain lain sebesar Rp254M.

SMCB
Membantah kabar bahwa perseroan akan mengakuisisi PT Semen Kupang karena kapasitas produksi perseroan saat ini dapat mencukupi kebutuhan nasional dimana perseroan menguasai 14% pangsa pasar. Perseroan justru tengah dalam penjajakan mengakuisisi perusahaan beton di Jatim dan menunggu ijin pembangunan pabrik baru senilai US$300 juta di Tuban, Jatim.

Selengkapnya......

Kamis, Maret 27, 2008

Berita Emiten 27 Mar 2008

BNII

Temasek Holding selaku pemegang tidak langsung atas 55.85% saham perseroan menyetujui penjualan saham kepada Malayan Banking Bhd (Maybank) senilai Rp13.5T atau Rp495 per saham.Selanjutnya Maybank akan melakukan Tender Over 44.15% saham BNII yang dimiliki investor lain.

GPRA
Memperoleh proyek pembangunan HIPMI Tower senilai Rp400M di Jakarta yang pengerjaannya akan dimulai pertengahan tahun ini dan diharapkan selesai tahun 2010. Alternatif pendanaan proyek tersebut adalah penerbitan obligasi maupun pinjaman. Sementara itu proyek besar lainnya adalah Crown City senilai Rp1.5T yang pengerjaannya direncanakan sebelum tahun 2011.

MYRX
Anak usaha perseroan PT Primayudha bersedia membayar utang secara bertahap kepada BMRI senilai Rp215M selambat-lambatnya 15 September 2008. Sumber dana pelunasan utang dari masuknya investor baru. Hal ini akan mendukung usaha perseroan memasuki bisnis pertambangan batubara melalui PT Hanson Energy yang mempunyai konsesi pertambangan 30 ribu ha di Sumatera.

KAEF
R&L ( Miliar Rp) Des 2007 Des 2006 Pertumbuhan
Penjualan 2,370 2,190 8%
Laba Usaha 78 70 11%
Laba Bersih 52 44 19%
EPS (Rp penuh) 9 8 19%

INCO
Tengah menunggu persetujuan kontrak karya dari Departemen Energi dan Sumber Daya Alam untuk membangun pabrik hidrometalurgi di Sorowako senilai Rp10.2T.

Selengkapnya......

Rabu, Maret 26, 2008

Laporan Keuangan Sebagai Alat Pemandu Utama Bagi Investor Konvensional

Yang dimaksud Investor Konvensional adalah investor yang melakukan investasi saham berdasarkan fundamental perusahaan. Type ini melakukan pembelian saham dengan tujuan investasi, bukan pemain yang melakukan jual beli saham jangka pendek dalam hitungan detik, menit atau beberapa hari. Dengan demikian type investor ini adalah investor jangka panjang dimana dana investasinya berasal dari dana nganggur, bukan dana dari kebutuhan primer, bukan pula dari pinjaman.

Untuk melakukan investasi tersebut investor memerlukan informasi emiten yang berupa Laporan Keuangan Emiten. Laporan ini merupakan salah satu alat ukur yang paling dominan bagi investor untuk memilih saham. Faktor lainnya antara lain sektor atau industri yang digeluti oleh perusahaan tersebut. Apakah industrinya masih prospektif atau merupakan industri yang sudah jenuh. Investor jenis ini juga kurang tertarik untuk memperhatikan gejolak turun naiknya harga saham di bursa walaupun bukan berarti tidak mengikuti informasi makro ekonomi terkini. Relatif lebih tenang karena investasinya merupakan Investasi Jangka Panjang dimana perolehan dividen merupakan salah satu motivasinya.

Acuan utama dalam menilai sebuah perusahaan adalah dengan melihat pertumbuhannya, baik per tahun, tengah tahunan maupun per tri wulan . Pertumbuhan Pendapatan, Laba Usaha dan Laba Bersih merupakan poin poin penting dalam melihat laporan keuangan emiten. Pertumbuhan yang ditunjukkan dengan prosentase mengukur seberapa besar perusahaan mampu berkembang.

Mengetahui kondisi emiten melalui Laporan keuangan dengan Kombinasi Rasio Keuangan dan Pertumbuhan sangat membantu investor. Terlepas dari sektor yang digeluti emiten, berikut beberapa rumusan yang paling umum dan penting yang digunakan investor sebagai pertimbangan dalam memilih saham.

DER (Debt to Equity Ratio) = Total Utang / Ekuitas
OPM (Operating Margin) = Laba Operasi / Penjualan
NPM (Net Profit Margin) = Laba Bersih / Penjualan
ROA (Return On Asset) = Laba Bersih / Aktiva
ROE (Return On Equity) = Laba Bersih / Equity
EPS ( Earning Per Share) = Laba Bersih / Jumlah Saham
PER (Price Earning Ratio = Harga Saham / EPS
BV (Book Value) = Total Equitas / Jumlah Saham
PBV (Price Per Book Value) = Harga Saham / BV

Masih ada beberapa ratio lagi untuk mengetahui dan mengukur lebih jauh kinerja perusahaan. Namun sebagai investor, bukan sebagai analys saham, mengetahui poin poin diatas sudah sangat membantu.
Investasi dengan dasar pertimbangan penelaahan Laporan Keuangan Emiten secara umum disebut Analisa Fundamental. Namun selain berkutat pada analisa di dalam perusahaan, analisa ini biasanya juga memasukkan unsur makro ekonomi.

Selengkapnya......

Berita Emiten 26 Mar 2008

ELTY
Menyiapkan pendanaan senilai Rp10T guna membangun 4 ruas jalan tol tahun ini antara lain tol Pejagan-Kanci senilai Rp2.3T dan akuisisi beberapa operator jalan tol. Selain itu perseroan juga berencana melakukan ekspansi bisnis membangun hotel dan resort di Singapura, Vietnam, Macao dan Dubai serta mengakuisisi lahan di kawasan Rasuna Kuningan Jakarta. Diperkirakan perseroan membukukan penjualan tahun 2007 sebesar Rp800M atau meningkat lebih dari 100% dibanding tahun 2006 sebesar Rp393M.

TRUB
Setelah mengakuisisi 3 tabang batubara di Kalimantan dan Sumatera, perseroan akan terus melanjutkan pengembangan bisnis dibatubara dengan melanjutkan akuisisi beberapa tambang seiring dengan meningkatnya kebutuhan komoditas ini khususnya untuk memenuhi kebutuhan proyek PLTU yang sedang dikerjakan perseroan sekaligus mengurangi kontribusi pendapatan dari anak perusahaan yang rencananya akan go public yaitu PT Truba Jaya Engineering. Proyek PLTU perseroan senilai Rp545M di Kalimantan yang didanai dari pinjaman bank sindikasi tersebut diharapkan dapat beroperasi tahun 2010.

FREN
Tahun ini mengalokasikan dana sekitar US$170 juta dari kas internal dan operasional guna pembangunan BTS dan memperkuat kwaliatas layanan jasa telekomunikasi. RUPS baru saja memilih kepengurusan yang baru.

UNVR


R&L ( Miliar Rp) Des 2007 Des 2006 Pertumbuhan
Penjualan 12500 11300 11%
Laba Usaha 2780 2440 14%
Laba Bersih
1960 1720 14%
EPS (Rp penuh) 257 226 14%


Selengkapnya......