BDMN
Per H1 2008 membukukan kenaikan laba bersih sebesar 14% menjadi Rp1.16T dari Rp1.02T pada periode sama tahun lalu. Hal ini didorong oleh peningkatan bunga bersih yang menigkat 21% menjadi Rp4.1T dari Rp3.4.
Sementara itu perseroan dan anak usahanya ADMF menunda penerbitan obligasi masing masing senilai Rp1.5T dan Rp750M karena kondisi pasar financial belum kondusif. Perseroan juga berencana memperbesar porsi kepemilikan di ADMF yang saat ini sebesar 75%.
BUMI
Manajemen Herald Resources memberi waktu kepada perseroan hingga tanggal 30 Juli 2008 untuk menyelesaikan penawaran atas saham perusahaan tambang asal Australia tersebut seharga AUD2.85 per saham. Dengan akuisisi ini perseroan telah memiliki lebih dari 50% saham Herald Resources yang sebelumnya telah memiliki 19%. Selanjutnya kepemilikan BUMI atas Herald potensial meningkat lagi tergantung kesediaan pemegang saham lama termasuk ANTM untuk menjualnya.
ISAT
Agar bisa menguasai saham lebih dari 51%, Qatar Telecom kini tengah melakukan negosiasi dengan pengusaha nasional Rachmat Gobel untuk membentuk aliansi strategis.
Jumat, Juli 18, 2008
Berita Emiten 18 Jul 2008
Kamis, Juli 17, 2008
Berita Emiten 17 Jul 2008
UNTR
Anak usaha perseroan, PT Pama Persada akan menandatangani kontrak produksi batubara dari ADRO sebesar 18.5 juta ton tahun depan senilai US$342 juta. Perseroan tengah mengkaji alternatif Right Issue yang berpotensi memperoleh dana sebesar US$300 juta guna pengembangan bisnis sektor energi.
ELSA
Per H1 2008 telah memperoleh kontrak senilai US$144.2 juta. Ini melebihi target tahun 2008. Dengan demikian target pendapatan bersih dan laba bersih tahun ini masing masing sebesar Rp2.2T dan Rp200M optimis tercapai. Perseroan juga memperoleh kredit dari bank sindikasi sebesar US$95 juta yang akan digunakan untuk refinancing dan modal kerja. Capex sebesar US$130 juta tahun ini akan diambil dari pinjaman, kas internal dan hasil IPO.
ANTM
Kementerian BUMN membenarkan langkah perseroan untuk menghentikan penawaran saham Herald Resources karena bila diatas harga yang telah diajukan justru dapat memberatkan perseroan. Selanjutnya perseroan menerima penawaran BUMI dan akan melepas 19% sahamnya di Herald Resources sehingga berpotensi memperoleh dana sekitar Rp966M.
ADRO
Akan membangun fasilitas transportasi berupa ban berjalan sepanjang 68 km dan membangun pembangkit listrik dengan total investasi US$500 juta. Untuk itu perseroan kembali mencari pendanaan sebesar US$375 juta. Alternatifnya bisa dari pinjaman atau penerbitan saham baru. Sekitar 30% pendaaan akan diambil dari kas internal.
Jumat, Juli 11, 2008
Berita Emiten 11 Jul 2008
MEDC
Akan menginvestasikan dana sekitar US$2M dalam 2 tahun ke depan untuk mengerjakan 7 proyek utama yang akan dilakukan secara bersama sama dengan beberapa investor stategis seperti Mitsubishi. Proyek proyek tersebut diantaranya didanai dari hasil penjualan APEX , kas internal (30%) dan dana eksternal (70%).
APOL
Tengah melakukan negosiasi untuk memperoleh kontrak pengangkutan migas ke Eropa senilai US$1M. Dalam 3 tahun ke depan perseroan berencana menambah 7 unit kapal dan akan bertambah lagi bila kontrak tersebut diperoleh. Dana penambahan 7 unit kapal senilai US$299 juta akan diambil dari 50% pinjaman.
ADHI
DPR menyerahkan pelaksanan rencana Right Issue kepada pemerintah dengan syarat kepemilikan 51% di perseroan tidak berkurang. Right issue yang berpotensi memperoleh dana sekitar Rp600M tersebut sedianya dilakukan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan di bidang konstruksi.
ISAT
Tender Offer atas 8.2% saham publik yang akan dilakukan QTel direncanakan dengan menggunakan sistem penjatahan karena QTel sebagai investor asing hanya boleh menguasai maksimal 49%. Dengan demikian investor lokal berpeluang memperebutkan sisa saham publik.
Rabu, Juli 09, 2008
Berita Emitan 9 Jul 2008
ANTM
Memperpanjang lagi masa penawaran atas akuisisi Herald Resources menjadi 15 Juli 2008 (sebelumnya 8 Juli). Tidak tertutup kemungkinan perseroan menyampaikan harga penawaran baru. Hal ini tengah dipertimbangkan perseroan. Sebelumnya BUMI sebagai pesaing perseroan telah mengajukan penawaran baru menjadi AUD2.85 per saham.
MEDC
Tetap pada keputusannya untuk melaksanakan divestasi atas 48.72% saham APEX kepada MIRA. Selanjutnya RUPSLB atas hal ini akan dilaksanakan pada awal Agustus 2008. Sementara itu Pertamina dikabarkan akan membeli sebagian saham perseroan setelah gagal mengakuisisi APEX.
ISAT
Potensial untuk menjadi perusahaan sasaran dari investor global. Hal ini dipicu oleh Peraturan Pemerintah yang membatasi Qtel untuk mengakuisisi saham perseroan maksimal 49% sehingga mendorong investor lain untuk menandingi Qtel dalam melakukan penawaran tender terhadap 42% saham publik.
Selasa, Juli 08, 2008
Berita Emiten 8 Jul 2008
ISAT
Sesuai dengan Peraturan presiden, Qatar Telecom (QTel) hanya dapat mengambil alih saham ISAT maksimal 49% sehingga Tender Offer sekitar 8% saham akan dilakukan secara proporsional.
PTBA
Setelah gagal mengakuisisi perusahaan pelayaran Bahtera Adimitra, perseroan berencana membeli 1 unit kapal pengangkut batubara dan akan mendirikan perusahaan di bisnis transportasi laut. Sementara itu pembentukan perusahaan, kerjasama dengan PTKA saat ini tengah berlangsung dan diperkirakan memerlukan investasi sebesar US$734 juta. Diharapkan proyek rel KA ini dapat beroperasi tahun 2011. Perseroan juga tengah membidik beberapa kuasa tambang batubara di Kalimantan guna mencapai target produksi hingga 50 juta ton pada tahun 2015.
TINS
Walaupun terjadi penurunan volume penjualan per H1 2008 menjadi 24.000 ton dari 30.456 ton periode sama tahun lalu, namun nilai penjualan tetap mengalami kenaikan sebesar 3.44% menjadi Rp4.21T karena meningkatnya harga timah.
TLKM
Memperoleh komitmen pinjaman senilai Rp9.2T dari bank sindikasi lokal (BBNI, BBRI, BMRI dan Bank Jabar) yang nantinya akan digunakan untuk kebutuhan capex tahun ini.