Senin, Januari 14, 2008

Bertindaklah

Lebih baik tahu sedikit dan bertindak dari pada tahu banyak tetapi tidak melakukan apapun.

Selengkapnya......

Berita Emiten (14 Jan 2008)

BMRI
Berencana menerbitkan obligasi sebesar US$300 juta awal tahun ini. Saat ini perseroan tengah melakukanroadshow ke Asia dan Eropa. Dana hasil penerbitan obligasi ini akan digunakan untuk memperkuat struktur permodalan dan menargetkan pertumbuhan bisnis hingga 20% tahun ini.

ELTY
Berencana mengakuisisi 511% saham perusahaan pemegang konsesi jalan tol kelanjutan Kanci Pejagan dengan nilai proyek sebesar Rp8T. Perseroan telah menyiapkan dana internal sebesar Rp1.22T dan alternatif pendanaan dari lembaga financial asing sebesar Rp1.17T. Untuk tahap awal perseroan akan mengucurkan dana Rp100-200M guna pembebasan lahan sepanjang 200 km. Ditargetkan jalan tol ini dapat beroperasi pada tahun 2009-2010.

MEDC
Akan membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan pertambangan Qatar, Gulf Petrolium untuk mengelola konsesi gas milik perusahaan tersebut yang berlokasi di Aljazair yang diperkirakan dapat memproduksi gas hingga 300 juta kaki kubik per hari . Selanjutnya perseroan juga berencana membangun pabrik petrokimia dimana pasokan gasnya berasal dari konsesi tersebut.

BNGA-LPBN
Tengah masuk dalam proses pembentukan team untuk melakukan studi kelayakan merger kedua bank tersebut. Khazanah Nasional Berhard sebagai pemegang saham kedua bank tersebut telah menyampaikan rencana penggabungan kepada Bank Indonesia.

Selengkapnya......

Komentar pasar 14 Jan 2008

Walaupun sebelum pembukaan BEI diselimuti kekawatiran berupa sentimen negatif dari Dow Jones namun pada perjalanannya, perdagangan di BEI bergerak positif dengan volume dan nilai transaksi yang relatif tinggi. Kenaikan IHSG seiring dengan kenaikan indeks Asia pada akhir perdagangan menjelang libur kemarin. Sektor Agriculture masih menjadi motor penggerak indeks.

Melonjaknya harga saham saham sektor agricultur diperkirakan akan mulai tertahan pekan ini. Sektor tersebut telah berada dalam level Over Bought dan rawan profit taking. Namun kekawatiran kenaikan harga minyak dunia yang terus menyelimuti pasar masih menjadikan sektor energi dan agriculture sebagai pilihan. Saham yang menarik antara lain : ENRG, UNSP, ELTY, INDF, BNII. Supp: 2.697, 2.629 Rest: 2.881, 3.031.

Selengkapnya......

Rabu, Januari 09, 2008

ELNUSA

PT ELNUSA (Persero) Tbk

Agenda Penawaran Umum (Tentative):

Ø Book Building : 8-15 Jan 2008

Ø Tanggal Efektif : 22 Jan 2008

Ø Masa Penawaran : 25-29 Jan 2008

Ø Tanggal Penjatahan : 31 Jan 2008

Ø Refund : 1 Peb 2008

Ø Pencatatan di BEI : 4 Peb 2008

Struktur Penawaran Umum:

Ø Saham ditawarkan : 1.460.000.000 saham.

Ø Harga Nominal : Rp 100 / saham

Ø Harga Penawaran

per saham (Indikasi) : Rp 330 – Rp425

Ø Penjamin Pelaksana

Emisi : PT Mandiri Securities (Terafiliasi)

Ø Biro Administrasi Efek

: PT Datindo Etrycom


Bidang Usaha :

Ø Jasa migas terintegrasi dan jasa penunjang migas.

Struktur modal :

Ø Sebelum IPO :

1. PT Pertamina 51.38%

2. PT Tridaya Esta 46.44%

3. PT Danareksa Daiwa Futures 1.46%

4. PT Danareksa (Persero) 0.49%

5. Karyawan 0.23%

Ø Setelah IPO :

1. PT Pertamina 41.10%

2. PT Tridaya Esta 37.15%

3. PT Danareksa Daiwa Futures 1.17%

4. PT Danareksa (Persero) 0.39%

5. Karyawan 0.18%

6. Masyarakat 20.00%

Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum:

Ø Dana hasil penjualan saham setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan untuk :

1. Sekitar 40% untuk membiayai pembelian barang modal yang mendukung bisnis utama perseroan seperti peralatan pemboran, peralatan seismik di laut dan fasilitas akomodasi terapung.

2. Sekitar 15% untuk pengembangan anak usaha perseroan seperti pembangunan storage dan penambahan alat fabrikasi.

3. Sekitar 20% untuk membayar sebagian utang kepada bank sindikasi.

4. Sekitar 25% untuk modal kerja perseroan dan anak usaha.

Kebijakan Dividen

Ø Perseroan mengusulkan pembayaran dividen sekitar 20% dari laba bersih yang besarannya akan diputuskan dalam RUPLB

Kegiatan dan Prospek Usaha

Ø Bisnis inti perseroan adalah penyedia jasa migas terintegrasi dengan fokus pada jasa hulu migas, Selain itu perseroan juga terjun di pengelolaan migas, manajemen data, teknologi informasi dan telekomunikasi.

Ø Kegiatan hulu migas mencakup pembukaan blok baru, eksplorasi dan produksi migas yang dilanjutkan kegiatan hilir migas yang mencakup transportasi minyak/pemipaan, kilang minyak, SPBU/Trading BBM Industri dan Pemasaran.

Ø Semakin tinggi kebutuhan minyak maka semakin tinggi pula dorongan untuk memproduksinya. Saat ini di Indonesia baru terdapat 15 cekungan cadangan migas yang telah berproduksi dari 60 cekungan potensi cadangan migas yang ada. Dengan demikian ke depan sektor industri hulu migas masih prospektif.

Risiko Usaha

Ø Risiko utama yang dihadapi Perseroan yaitu risiko persaingan usaha. Beberapa risiko lainnya antara lain: risiko operasional, risiko pemutusan kontrak, risiko ketergantungan terhadap harga migas dunia, risiko perkembangan teknologi, risiko gugatan hukum, risiko eksplorasi.

Kinerja Keuangan

Neraca (Miliar Rp)

Jul 2007

2006

2005

2004

Total Aktiva

1.983

1.809

1.548

1.316

Total Kewajiban

1.064

915

723

541

Total ekuitas

899

874

809

763

P&L (milliar Rp)

Jul 2007

2006

2005

2004

Pendapatan usaha

1.151

1.878

1.296

1.175

Laba usaha

65

115

78

20

Laba/Rugi bersih

50

83

58

152

Rasio-Rasio (%)

Jul 2007

2006

2005

2004

ROE

6

10

7

20

ROA

3

5

4

12

DER

118

105

89

71

Selengkapnya......

Destinasi Nusantara

PT DESTINASI NUSANTARA Tbk

Agenda Penawaran Umum (Tentative):

Ø Book Building : 27 Des’07 - 22 Jan’08

Ø Tanggal Efektif : 6 Peb 2008

Ø Masa Penawaran : 11--13 Peb 2008

Ø Tanggal Penjatahan : 15 Peb 2008

Ø Pencatatan di BEI : 18 Peb 2008

Ø Refund : 19 Peb 2008

Struktur Penawaran Umum:

Ø Saham ditawarkan : 335.000.000 saham

Ø Harga Nominal : Rp 100 / saham

Ø Harga Penawaran

(Indikasi) : Rp270-350 / saham

Ø Penjamin Pelaksana Emisi

: PTDinamika Usahajaya

Ø Biro Administrasi Efek : PT Blue Chip Mulia

Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum:

Ø Sekitar 50% akan digunakan untuk pembukaan kantor cabang di luar negeri dan Indonesia Bagian Timur.

Ø Sekitar 25% akan digunakan untuk meningkatkan modal disetor pada anak usaha perseroan yaitu PT Duta Chandra Kencana.

Ø Sekitar 25% akan digunakan untuk memperkuat modal kerja perseroan.

Bidang Usaha :

Ø Bergerak di bidang biro perjalanan wisata, berkedudukan di Jakarta.

Struktur modal :

Ø Sebelum IPO :

1. PT Panorama Sentra Wisata Tbk 90.00%

2. PT Catur Putra Nusantara 10.00%

Ø Sesudah IPO :

1. PT Panorama Sentra Wisata Tbk 53.90%

2. PT Catur Putra Nusantara 5.99%

3. Masyarakat 40.11%

Kebijakan Dividen

Laba bersih setelah pajak

Dividen Kas

Sampai dengan Rp15Miliar

Lebih dari Rp15Miliar

20%

30%

Kegiatan dan Prospek Usaha

Ø Bisnis inti perseroan adalah jasa perjalanan wisata bagi turis mancanegara yang melakukan perjalanan wisata/bisnis di Indonesia (Inbound Tourism). Penyelenggaraan tour ini antara lain Overland Tour, Beach Holiday dan Incentive Tour.

Ø Perseroan merupakan bagian dari Group Panorama yang kini memiliki 3 kantor operasional yaitu di Jakarta, Jogjakarta dan Bali dimana ke depan perseroan akan melakukan ekspansi melayani paket wisata untuk kawasan Asia Tenggara.

Ø Banyaknya tempat wisata baik secara geografis maupun budaya di Indonesia dan regional sangat potensial menarik turis dari Mancanegara. Konsumen perseroan saat ini didominasi oleh turis dari Eropa.

Resiko Usaha

Ø Risiko utama yang dihadapi perseroan adalah ketidakstabilan keadaan sosial politik dan keamanan Indonesia dan regional sehingga dapat menurunkan citra pariwisata Indonesia di luar negeri.

Ø Risiko lainnya antara lain risiko perekonomian regional dan global, risiko persaingan usaha, risiko kebijakan pemerintah, risiko fluktuasi mata uang, risiko kelestarian obyek wisata, risiko pemberitaan media, risiko investasi dan ekspansi dan risiko sumber daya manusia

Kinerja Keuangan

Neraca (Juta)

Aug 2007

2006

2005

2004

Total Aktiva

119.938

106.841

92.219

97.879

Total Kewajiban

60.199

63.716

48.660

52.178

Total ekuitas

55.671

38.772

38.979

39.896

Rasio-Rasio (%)

Aug 2007

2006

2005

2004

DER

108

164

125

131

ROE

na

(0.53)

(2.35)

(7.21)

ROA

na

(0.19)

(0.99)

(2.94)

P&L (Juta)

Aug 2007

2006

2005

2004

Pendapatan usaha

89.771

88.121

88.642

97.594

Laba usaha

9.346

2.035

1.636

(2.312)

Laba/Rugi bersih

5.399

(207)

(917)

(2.877)

Selengkapnya......