Senin, November 24, 2008

nGgaduh, Investasi Alternatif Yang Potensial

Dalam kondisi krisis, masyarakat kelas menengah yang masih mempunyai dana berpikir keras mencari investasi apa yang paling sesuai, yang paling menguntungkan.

Saham…? Ah… serem… indeks turun terus, para analis dan tenaga pemasar pun bingung kasih advis dalam kondisi sekarang ini. Walau banyak orang telah bilang it is time to buy sejak sebulan bahkan dua bulan lalu tapi kenyataannya titik terendah indeks belum juga diketahui. Kecenderungan indeks terus melemah masih dominan. Banyak investor saham yang nyangkut dan nilainya terpangkas hingga lebih dari 50%.

Mau menanam ke reksadana atau unit link pada asuransi..? Mmm sama keneh…nilainya juga terus merosot karena patokan dasar investasi ini juga harga efek (surat berharga, termasuk saham). Deposito..? Lumayan lah, lebih punya kepastian, bunganya juga lumayan…tapi kalo dibandingin dengan inflasi yang masih tinggi, keuntungan investasi disini juga masih sangat minim.

Emas…? Investasi ini terkenal solid, harga komoditasnya relatif stabil dan cenderung naik. Tapi… sekarang harga komoditas ini juga tengah turun, seiring dengan harga komoditas lainnya.

US Dollar ? Boleh juga… Harus kita akui bahwa mata uang ini masih sebagai patokan nilai tukar dunia. Kondisi krisis yang berasal dari AS saat ini mendorong investor mengalirkan dananya untuk memenuhi kebutuhan perusahaannya di luar negeri sehingga memacu naiknya harga USD. Tapi sebagai warga negara yang cinta tanah air kenapa kita secara pribadi harus ikut ikutan memperkuat USD dengan membelinya. Rasanya lebih bijak kalau kita ga usah ikut ikutan mengoleksi USD hanya demi keuntungan pribadi yang berpotensi mengorbankan rasa nasionalime. Wah … nasionalime dibawa bawa nich…? Ya, memang pengaruhnya luar biasa lho. Coba kalo kita ngroyok ikut rebutan USD, mata uang ini akan semakin kuat, pemerintah bisa ngos ngosan menjaga nilai Rupiah dengan cadangan devisa kita… Tingginya USD atau melemahnya Rupiah memang menguntungkan eksportir tapi masalahnya sekarang para eksportir juga kebingungan menyalurkan produknya karena anjloknya permintaan dari negara tujuan.

Beliin property atau tanah…? Oke juga… kenaikan nilai tanah bisa 20-30% per tahun tapi investasi ini nggak likuid, alias nggak gampang untuk diperjualbelikan. Ngurusinnya juga harus teliti dan perlu waktu. Jangan sampe kita beli tanah yang bermasalah… bodong atau surat suratnya aspal.

Satu alternatif investasi yang potensi keuntungannya ga kalah dan punya nilai kebersamaan yaitu NGGADUH. Saya nggak tau istilah Indonesianya… itu bahasa Jerman, he he… artinya bukan suara berisik, gaduh atau menjadikan suasana berantakan,… tapi ini benar benar investasi yang oke punya.

Ilustrasinya begini : Kita membeli hewan peliharaan seperti sapi atau kambing (yang populer memang kedua hewan ini karena lebih likuid). Hewan ternak tersebut kita taruh atau kita titipkan kepada orang lain dan hasil dari ternak tersebut kita bagi dua yaitu kita sebagai pemilik modal dan orang yang memelihara hewan tersebut. Memelihara mencakup tenaga kerja, makanan dan tempat untuk proses pemeliharaan.

Sapi/kambing yang sehat, semakin besar atau berkembang biak menjadi harapan kita sebagai pemilik modal dan mereka yang memelihara. Sementara resiko ditanggung bersama. Jadi kalo sampe hewan peliharaan mati… kita kehilangan modal dan pemelihara kehilangan pekerjaan memelihara yang berarti kehilangan potensi keuntungan. Untuk mengurangi resiko, pelajari partner kita. Ini faktor utamanya,… kesunguhan dia memelihara, terus kejujurannya dalam merealisasi keuntungannya. Realisasi keuntungan bisa di tentukan per periode atau saat hewan sudah layak jual. Fleksibel saja, yang penting komunikasi tetap jalan dan keuntungan dapat dikalkulasi. Saya percaya orang orang desa relatif dapat dipercaya…. Tapi ya sama saja ding, tinggal bagaimana kedekatan kita sama mereka.

Investasi ini biasanya dilakukan di pedesaan. Kita para urban, para perantau yang berasal dari desa, bolehlah menginvestasikan modal kita dalam bentuk nggaduh. Bentuk investasi ini juga dapat dilihat sebagai bentuk kepedulian kita terhadap saudara saudara kita di desa.

Selain potensi keuntungannya yang nggak kalah dibanding investasi lainnya, langkah ini bila dilakukan massal dapat menjadi langkah pemenuhan kebutuhan daging di dalam negeri. Bangga kan kita mengkonsumsi daging dari ternak kita sendiri. Daripada mengkonsumsi daging impor beku yang telah berada di frizer berbulan bulan.

Selengkapnya......

Kamis, November 20, 2008

Damai dan Adil, Kunci Mengatasi Krisis Global Saat Ini.

Krisis finansial global yang berawal dari kasus kredit macet di AS kini menjalar ke berbagai penjuru dunia termasuk Indonesia. Seberapa besar dampak krisis terhadap masyarakat bangsa kita masih diitung itung oleh pada analis dan penentu kebijakan negeri ini. Kitapun sebagai masyarakat biasa sudah harus mulai memperhitungkan langkah yang harus diambil dalam menyikapi krisis ekonomi ini.

Beberapa analis dan pejabat negara optimis kalau krisis ini tidak lebih buruk dari krisis 1998. Mereka menyodorkan data data untuk membandingkan kondisi ekonomi Indonesia saat itu dan sekarang antara lain menyangkut cadangan devisanya yang lebih aman dibanding dulu, pertumbuhan ekonominya yang masih oke, tidak adanya krisis politik dll.

Mereka lupa kalau krisis waktu itu hanya terjadi di kawasan Asia yaitu Korea, Thailand, Indonesia, dan Malaysia. Pihak pihak yang berkepentingan akhirnya berhasil melokalisir krisis regional itu. Nah sekarang…? Krisis berasal dari AS, negara adidaya yang merupakan pusat keuangan dunia, importir terbesar di dunia. Sebelumnya tidak terbayangkan negara adidaya ini akan dilanda masalah finansial kronis. Ini krisis yang sangat serius. Tidak sedikit pelaku ekonomi pesimis memandang keadaan tahun 2009 mendatang.

Dampak dari krisis awalnya terasa di pasar finansial, yaitu bursa saham, bursa surat utang, surat surat berharga lainnya, valuta maupun komoditas. Harga minyak dan berbagai komoditas terus menunjukkan tren turun karena turunnya permintaan global. Tampak bahwa sektor manufaktur, jasa dan infrastruktur langsung terimbans. Pabrik pabrik memangkas produksi atau menghentikannya karena daya beli masyarakat menurun dan ini pada akhirnya mendorong pengurangan tenaga kerja.

Kalangan menengah juga terpukul oleh jatuhnya investasi mereka pada saham dan surat berharga lainnya termasuk asuransi terutama yang ada unit linknya. Dalam keadaan krisis, kebutuhan primer menjadi fokus. Investasi menjadi sangat selektif. Bila anda masih punya duit lebih, bolehlah sebagian dari dana anda untuk menampung saham saham yang telah rontok. Dari posisi tertingginya tahun ini, IHSG telah terdiskon sebesar 60%, bahkan beberapa saham yang berfundamental baik pun ada yang terdiskon lebih dari itu.

Walaupun bursa akan tetap eksis dan tidak akan mati, tapi anda harus benar benar selektif memilih saham. Krisis ini masih memberi potensi menekan harga harga saham. Jadi anda harus siap. Namun juga tidak menutup kemungkinan, krisis segera teratasi bila berbagai negara dan masyarakatnya kompak, nggak serakah, terjalin saling pengertian dan damai. Perdamaian dan Keadilan, inilah kunci mengatasi krisis yang saat ini melanda dunia.

Peace men…!

Selengkapnya......

Kamis, November 13, 2008

KEJEDOT SAHAM BUMI

Gila … baru pertama ikutan investasi di saham, sahabatku langsung dibuat kliyengan. Bagaimana ga pusing 77 keliling, duitnya nyangkut dah hampir 2 bulan.

Ketertarikan dia untuk berinvestasi di saham berawal dari baca koran dan dengar di radio atau di TV mengenai kondisi bursa. Waktu itu, awal sampe pertengahan September 2008 kondisi bursa crash… anjlok tajam baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri. Namun setelah itu, dua atau tiga hari berikutnya Indeks kembali membaik. Nah… disinilah dia tanya tanya sama aku bagaimana cara main saham agar dapat keuntungan. Terlebih dia dengar dari berbagai sumber bahwa main saham bisa dapat untung bejibun.


Setelah kusampaikan resiko dan keuntungan berinvestasi di saham, tentunya ga ketinggalan prinsip high risk high return. Selanjutnya yang jadi fokus adalah saham apa yang sebaiknya di beli. Waktu itu, lagi gencar gencarnya pemerintah mo melakukan buy back saham BUMN sehingga aku merekomendasi untuk mengoleksi saham BUMN. Yang dipilih adalah ANTM kemudian untuk yang perusahaan swasta aku menyarankan BUMI. Aku berani menyarankan saham Group Bakrie ini karena hasil dari beberapa report para analis, perusahaan batubara terbesar di Indonesia ini berfundamental cemerlang, harganya sudah turun sekitar 50% dari harga tertingginya, terus waktu aku searching di beberapa reksadana, hampir semua reksadana saham mengoleksi saham Group Bakrie ini sebagai portfolionya. Tidak sampai disitu aku juga melihat likuiditasnya yang oke, sehingga sewaktu waktu bila diperlukan nantinya bisa dijual dengan mudah.

Singkat cerita, sang teman pun membuka rekening di satu perusahaan efek dengan menyerahkan deposit seperti yang dipersyaratkan broker. Disana dia juga tanya ini tanya itu kepada costumer servisce. Si Cspun agak males dan jengkel karena si Teman agak bawel… maklum newbie… Seperti rencana, dia membeli saham favorit, BUMI dan ANTM. Porsi pembelian saham BUMI lebih besar yaitu sampe lebih Rp40 jeti (20 lot dengan harga Rp4.025 per saham). Selain it, dia juga beli saham ANTM di harga Rp1.500an per saham. Total investasi awalnya adalah Rp50 jeti.

Setelah dia memiliki kedua saham tersebut, setiap hari menghubungi aku via telpon… mencari tahu perkembangan harga sahamnya… Weleh… jadi nggak enak rasanya. Bukan nggak enak karena ditelponin, tapi ga enak karena nilai sahamnya merosot terus. Itu kan dulu yang merekomendasikan aku. BUMI, saham sejuta umat yang kini jadi kasus di pasar modal benar benar bikin orang ga enak makan ga enak tidur. Berpotensi bikin investor kapok,… terus juga berpotensi ngrecokin persahabatanku… He he… semoga enggak terjadilah…

Waduh… kejedot deh kami di BUMI.
BUMI menelan harapan sahabatku
Menelan harapan kami dan banyak orang di bursa…karena saat aku nulis ini harganya Rp1.180 per saham. Itupun dengan antrian jual bejibun jadi kalo mau jual diharga itupun susah laku sehingga potensi harganya untuk terus turun sangat besar, setidaknya dalam jangka pendek. Bayangkan belum genap 2 bulan, potensi rugi dari investasi tersebut sudah lebih dari 70 persen. Mabok dech…!

Sekarang aku hanya memberi pengertian sama sahabatku biar saham yang dia miliki disimpan untuk jangka panjang walaupun sebelumnya konsep berinvestasi di pasar modal tersebut juga sudah disampaikan.

Ya udah dech… mau apa lagi…
Kalau punya peluru (duit) sich sebaiknya beli lagi, mumpung lagi murah… Kan kata Om Warren Buffet harus takut pada saat orang lain rakus dan rakus pada saat orang lain takut. Jadi, saat ini menurut beliau adalah saat tepat untuk melakukan investasi. Tapi siapa yang berani melawan pasar Om.

Selengkapnya......

Kamis, November 06, 2008

Short Selling

Kata tersebut sekarang menjadi populer menyusul terjadinya crash di pasar modal akhir akhir ini. Indeks bursa global termasuk IHSG turun tajam. Penyebabnya selain dipicu oleh krisis kredit di AS dan ketakutan atas resesi global juga karena adanya trik perdagangan yang memperbolehkan investor melakukan penjualan efek/saham terlebih dahulu meskipun dia tidak memiliki saham tersebut dengan harapan dapat membeli kembali saat harganya lebih murah.

Short selling merupakan trik atau teknik berdagang para investor yang lebih bersifat spekulatif dengan memanfaatkan situasi pasar yang panik. Dalam situasi panik ini Spekulan sangat berpotensi memperoleh gain atau keuntungan dari selisih harga jual dan beli.

Akhir akhir ini Short Selling dituduh sebagai kambing hitam anjloknya harga saham, walaupun pada saat normal teknik perdagangan ini sangat wajar dilakukan di bursa yang bersifat kapitalis. Baik bursa saham, komoditas maupun pasar uang.

Di Indonesia Short Selling di Bursa Efek Indonesia pernah diakomodir yaitu dengan dikeluarkannya peraturan untuk itu oleh otoritas bursa, Bapepam dan BEI. Namun sejak September 2008, Short Selling tiba tiba menjadi tindakan yang dilarang karena merusak pasar. Saya tidak tahu apakah ini hanya bersifat sementara karena pasar sedang menunjukkan trend yang terus melemah atau akan diberlakukan kembali bila pasar telah stabil dengan dalih mendukung likuiditas perdagangan.

Logikanya, orang tidak bisa melakukan penjualan bila dia tidak memiliki barang… Nah apa bedanya barang dengan saham…. Dengan demikian bijaksana bila kiranya aksi Sort Selling ini tidak diakomodir di Bursa Efek Indonesia.

Biarlah bursa lain di dunia memperbolehkannya, biar mereka berjalan dengan peraturannya… kita berjalan dengan aturan kita sendiri, yang sesuai dengan karakter dan kemampuan kita. Betul, kita masuk di pasar bebas, tapi jangan kebablasan.

Ngono yo ngono ning ojo ngono….!

Selengkapnya......

Mencoba Ngeblog Lagi

Dah lama oey nggak Ngeblog. Lha wong nulis koq di putus putus… ya kemampuan menulisnya jadi nggak terasah lah… Demikian komentar temenku waktu aku sudah nggak ngeblog lagi.

Sekitar 4 bulan aku vacuum… memang males banget…sekedar menengok blog aja males apalagi nulis. Nah sekarang coba aku pompa lagi dech semangat belajarnya… Semoga tetap semangat seperti slogan yang sudah kupampang. Malu kan, kalau sampe dibilang dat nyeng (bahasa londo). Cuma repotnya, teknik teknik ngeblog dah lupa lagi… tadi aja mo masuk susah… paswordnya lupa…. dasar…!

Tadinya ini hanya sekedar kegiatan filing atau mendokumentasikan tulisanku. Biar suatu saat bila aku perlu bisa di buka-buka lagi. Ke depan, mungkin aku mo nyoba menyampaikan bahasan bebas tapi tetep cenderungnya sekitar pasar modal karena dunia inilah yang aku geluti walau Cuma pinggirnya aja.

Oke dech… santai aja… tapi mudah mudahan bisa konsisten. Yup… Cancut Taliwondo…!

Selengkapnya......

Kamis, Juli 24, 2008

Pemeringkat Reksadana

Lembaga Pemeringkat Efek, Pefindo akan meluncurkan pemeringkatan atas rangking reksadana baik campuran pendapatan tetam maupun reksadana saham yang diterbitkan tiap triwulan.


Selengkapnya......

PE CPO Turun

Pemerintah menurunkan pungutan ekspor untuk CPO mulai 1 Agustus 2008 menjadi 15% dari sebelumnya 20%. Selain itu juga menurunkan harga dasar ekspor CPO menjadi US$1.106 per ton dari US$1.144 per ton.


Selengkapnya......

Berita Emiten 24 Jul 2008

BNII
Beberapa investor asing antara lain dari Cina, lembaga investasi Bank Dunia, Invesment of Dubai dan Royal Bank berminat untuk memilikiki saham perseroan. Pemerintah sebagai pemegang 74% saham telah menyampaikan maksud untuk melepas 10-15% sahamnya kepada DPR.

ANTM
Berencana mengakuisisi beberapa tambang batubara dan emas di Indonesia maupun Afrika. Untuk itu perseroan menyiapkan dana senilai US$450 juta. Langkah ini ditempuh guna menambah cadangan emas yang telah menipis. Selain diversifikasi, akuisisi tambang batubara bersifat strategis karena sebagai energi untuk mengolah feronikel.

ELTY
Mulai membangun Hotel & Resort di kawasan Bogor Nirwana Residence senilai Rp200M. Proyek ini ditargetkan selesai Juli 2009. Dana proyek diambil dari 60% pinjaman sisanya kas internal. Perseroan bekerjasama dengan Aston International.

Selengkapnya......

Rabu, Juli 23, 2008

Berita Emiten 23 Jul 2008

BNII
Bank Indonesia memberi ijin atas pengambilalihan 56% saham perseroan oleh Maybank senilai US$1.5M dari Temasek dan Kookmin Bank. Selanjutnya Maybank akan melakukan tender offer.

BUMI
Bila berhasil mengakuisisi 90% saham Herald Resources, perseroan akan mengkaji kemungkinan delisting saham tersebut dari bursa Autralia.

CPIN
______________ H11 2008_________H1 2007_______Pertumbuhan__
Penjualan Rp6.1T Rp3.7T 65%
Laba Usaha Rp392M Rp186M 110%
Laba Bersih Rp209M Rp95M 120%
EPS Rp64 Rp31 106%

BBNI
Optimis laba bersih tahun ini meningkat 103% menjadi Rp1.83T dari Rp897M tahun lalu yang didukung oleh pencapaian tingkat provisi kredit hingga 100%, pertumbuhan kredit 22% dan peningkatan pendapatan bunga bersih.

TLKM
Manajemen akan menggenjot bisnis speedy dan broadband serta mengkaji tarif layanan telkomsel pada H2 2008. Ini untuk meningkatkan kinerja setelah mengalami pertumbuhan yang relatif rendah pada Q2 2008.

UNTR
Menyiapkan dana US$214 juta untuk mengakuisisi 5 kuasa pertambangan batubara yang saat ini sedang dalam kajian. Dana tersebut akan diambil dari Right Issue yang berpotensi meraup dana sekitar US$390 juta.

Selengkapnya......

Jumat, Juli 18, 2008

Berita Emiten 18 Jul 2008

BDMN
Per H1 2008 membukukan kenaikan laba bersih sebesar 14% menjadi Rp1.16T dari Rp1.02T pada periode sama tahun lalu. Hal ini didorong oleh peningkatan bunga bersih yang menigkat 21% menjadi Rp4.1T dari Rp3.4.
Sementara itu perseroan dan anak usahanya ADMF menunda penerbitan obligasi masing masing senilai Rp1.5T dan Rp750M karena kondisi pasar financial belum kondusif. Perseroan juga berencana memperbesar porsi kepemilikan di ADMF yang saat ini sebesar 75%.

BUMI
Manajemen Herald Resources memberi waktu kepada perseroan hingga tanggal 30 Juli 2008 untuk menyelesaikan penawaran atas saham perusahaan tambang asal Australia tersebut seharga AUD2.85 per saham. Dengan akuisisi ini perseroan telah memiliki lebih dari 50% saham Herald Resources yang sebelumnya telah memiliki 19%. Selanjutnya kepemilikan BUMI atas Herald potensial meningkat lagi tergantung kesediaan pemegang saham lama termasuk ANTM untuk menjualnya.

ISAT
Agar bisa menguasai saham lebih dari 51%, Qatar Telecom kini tengah melakukan negosiasi dengan pengusaha nasional Rachmat Gobel untuk membentuk aliansi strategis.

Selengkapnya......

Kamis, Juli 17, 2008

Berita Emiten 17 Jul 2008

UNTR
Anak usaha perseroan, PT Pama Persada akan menandatangani kontrak produksi batubara dari ADRO sebesar 18.5 juta ton tahun depan senilai US$342 juta. Perseroan tengah mengkaji alternatif Right Issue yang berpotensi memperoleh dana sebesar US$300 juta guna pengembangan bisnis sektor energi.

ELSA
Per H1 2008 telah memperoleh kontrak senilai US$144.2 juta. Ini melebihi target tahun 2008. Dengan demikian target pendapatan bersih dan laba bersih tahun ini masing masing sebesar Rp2.2T dan Rp200M optimis tercapai. Perseroan juga memperoleh kredit dari bank sindikasi sebesar US$95 juta yang akan digunakan untuk refinancing dan modal kerja. Capex sebesar US$130 juta tahun ini akan diambil dari pinjaman, kas internal dan hasil IPO.

ANTM

Kementerian BUMN membenarkan langkah perseroan untuk menghentikan penawaran saham Herald Resources karena bila diatas harga yang telah diajukan justru dapat memberatkan perseroan. Selanjutnya perseroan menerima penawaran BUMI dan akan melepas 19% sahamnya di Herald Resources sehingga berpotensi memperoleh dana sekitar Rp966M.

ADRO
Akan membangun fasilitas transportasi berupa ban berjalan sepanjang 68 km dan membangun pembangkit listrik dengan total investasi US$500 juta. Untuk itu perseroan kembali mencari pendanaan sebesar US$375 juta. Alternatifnya bisa dari pinjaman atau penerbitan saham baru. Sekitar 30% pendaaan akan diambil dari kas internal.


Selengkapnya......

Jumat, Juli 11, 2008

Berita Emiten 11 Jul 2008

MEDC
Akan menginvestasikan dana sekitar US$2M dalam 2 tahun ke depan untuk mengerjakan 7 proyek utama yang akan dilakukan secara bersama sama dengan beberapa investor stategis seperti Mitsubishi. Proyek proyek tersebut diantaranya didanai dari hasil penjualan APEX , kas internal (30%) dan dana eksternal (70%).

APOL
Tengah melakukan negosiasi untuk memperoleh kontrak pengangkutan migas ke Eropa senilai US$1M. Dalam 3 tahun ke depan perseroan berencana menambah 7 unit kapal dan akan bertambah lagi bila kontrak tersebut diperoleh. Dana penambahan 7 unit kapal senilai US$299 juta akan diambil dari 50% pinjaman.

ADHI
DPR menyerahkan pelaksanan rencana Right Issue kepada pemerintah dengan syarat kepemilikan 51% di perseroan tidak berkurang. Right issue yang berpotensi memperoleh dana sekitar Rp600M tersebut sedianya dilakukan untuk mendukung ekspansi bisnis perseroan di bidang konstruksi.

ISAT
Tender Offer atas 8.2% saham publik yang akan dilakukan QTel direncanakan dengan menggunakan sistem penjatahan karena QTel sebagai investor asing hanya boleh menguasai maksimal 49%. Dengan demikian investor lokal berpeluang memperebutkan sisa saham publik.

Selengkapnya......

Rabu, Juli 09, 2008

Berita Emitan 9 Jul 2008

ANTM
Memperpanjang lagi masa penawaran atas akuisisi Herald Resources menjadi 15 Juli 2008 (sebelumnya 8 Juli). Tidak tertutup kemungkinan perseroan menyampaikan harga penawaran baru. Hal ini tengah dipertimbangkan perseroan. Sebelumnya BUMI sebagai pesaing perseroan telah mengajukan penawaran baru menjadi AUD2.85 per saham.

MEDC
Tetap pada keputusannya untuk melaksanakan divestasi atas 48.72% saham APEX kepada MIRA. Selanjutnya RUPSLB atas hal ini akan dilaksanakan pada awal Agustus 2008. Sementara itu Pertamina dikabarkan akan membeli sebagian saham perseroan setelah gagal mengakuisisi APEX.

ISAT
Potensial untuk menjadi perusahaan sasaran dari investor global. Hal ini dipicu oleh Peraturan Pemerintah yang membatasi Qtel untuk mengakuisisi saham perseroan maksimal 49% sehingga mendorong investor lain untuk menandingi Qtel dalam melakukan penawaran tender terhadap 42% saham publik.

Selengkapnya......

Selasa, Juli 08, 2008

Berita Emiten 8 Jul 2008

ISAT
Sesuai dengan Peraturan presiden, Qatar Telecom (QTel) hanya dapat mengambil alih saham ISAT maksimal 49% sehingga Tender Offer sekitar 8% saham akan dilakukan secara proporsional.

PTBA
Setelah gagal mengakuisisi perusahaan pelayaran Bahtera Adimitra, perseroan berencana membeli 1 unit kapal pengangkut batubara dan akan mendirikan perusahaan di bisnis transportasi laut. Sementara itu pembentukan perusahaan, kerjasama dengan PTKA saat ini tengah berlangsung dan diperkirakan memerlukan investasi sebesar US$734 juta. Diharapkan proyek rel KA ini dapat beroperasi tahun 2011. Perseroan juga tengah membidik beberapa kuasa tambang batubara di Kalimantan guna mencapai target produksi hingga 50 juta ton pada tahun 2015.

TINS
Walaupun terjadi penurunan volume penjualan per H1 2008 menjadi 24.000 ton dari 30.456 ton periode sama tahun lalu, namun nilai penjualan tetap mengalami kenaikan sebesar 3.44% menjadi Rp4.21T karena meningkatnya harga timah.

TLKM
Memperoleh komitmen pinjaman senilai Rp9.2T dari bank sindikasi lokal (BBNI, BBRI, BMRI dan Bank Jabar) yang nantinya akan digunakan untuk kebutuhan capex tahun ini.


Selengkapnya......

Senin, Juli 07, 2008

Berita Emiten 7 Jul 2008

MEDC
Berencana menjual beberapa blok migas yang tersebar dibeberapa daerah. Perseroan telah menerima minat dari beberapa investor namun belum diketahui kisaran nilai transaksi atas blok blok tersebut.

ELSA
Memperoleh kontrak pengadaan drilling rig senilai US$47 juta yang pembangunanannya akan dimulai awal tahun depan. Pembiayaannya diambil dari capex tahun ini sebesar US$ 120 juta dimana dana tersebut berasal dari IPO. Perseroan menargetkan kenaikan laba bersih tahun ini sebesar 90% menjadi Rp200M dibanding tahun lalu.

ARTI
Akan melakukan Right Issue guna memperoleh dana senilai Rp686M. PT Ratu Prabu sebagai standby buyer. Dana tersebut akan digunakan untuk mengakuisisi Lekom Maras, sebuah perusahaan sektor energi karena perseroan akan mengubah bisnis intinya pada sektor ini. Dengan aksi ini perseroan menargetkan laba bersih tahun 2008 sebesar Rp62M.

TRUB
Setelah mengakuisisi 3 kuasa pertambangan batubara di Sumatera Selatan, perseroan melakukan negosiasi kontrak penjualan batubara dengan PLN. Masuknya perseroan ke bisnis batubara salah satunya ditujukan untuk mengurangi kontribusi pendapatan yang saat ini didominasi Truba Jaya Engineering. Sehingga nantinya anak usahanya tersebut dapat go public.

Adaro Energy
telah memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam dan akan melaksanakan IPO pada 8-10 Juli 2008, listing di BEI 16 Juli 2008.

Selengkapnya......

Jumat, Juli 04, 2008

Berita Emiten 4 Jul 2008

ANTM
Menandatangani pembelian 10% saham Oxiana Ltd, sebuah perusahaan tambang emas dan perak Martabe di Sumatera Utara senilai US$66.5 juta. Selanjutnya perseroan akan menambah kepemilikan secara bertahap. Perusahaan tambang ini akan berproduksi pada akhir 2009. Terkait akuisisi Herald Resources, perseroan belum menaikkan harga penawarannya meskipun pesaingnya, BUMI sudah mengajukan penawaran baru.

UNSP
Menandatangani perjanjian pembentukan perusahaan patungan dengan ASD Costa Rica untuk menggarap lahan sawit di Sumatera Utara seluas 285 ha.

APOL
Memperoleh kontrak pengangkutan migas ke AS dan Eropa senilai US$1M. Oleh karena itu perseroan menjajaki pinjaman senilai US$250 juta dimana US$120 juta akan dialokasikan untuk pengadaan kapal. Hingga tahun 2010 perseroan membutuhkan dana hinggaRp7T untuk pemberdayaan pelayaran.

WIKA
Akan ikut dalam tender pembangunan 8 proyek PLTU di sejumlah daerah senilai total Rp2.3T. Perseroan memasuki bisnis pembangkit listrik dan optimis memperoleh proyek tersebut.

Selengkapnya......

Kamis, Juli 03, 2008

Berita Emiten 3 Jul 2008

ENRG
Akan memprioritaskan pelunasan utang yang jatuh tempo dalam waktu dekat senilai US$272 juta melalui fasilitas pinjaman atau penerbitan surat utang. Belum memutuskan untuk melakukan Right Issue walau opsi tersebut tetap ada.

BUMI
Menaikkan harga penawaran akuisisi Herald Resources menjadi AUD2.85 per saham. Batas penawaran hingga 18 Juli 2008. Untuk sementara perseroan unggul dari pesaingnya, konsorsium ANTM yang masih memberi penawaran AUD 2.80 per saham.

SMRA
Dalam proses akuisisi lahan seluas 36 ha milik PT Gading Orchid di Kelapa Gading senilai Rp344M. Pembiayaan akan diambil dari hasil penerbitan obligasi sebesar Rp400M belum lama ini.

WIKA
Menunda penerbitan obligasi senilai Rp200M yang sedianya akan digunakan untuk membiayai akuisisi kontraktor pertambangan di Kalimantan. Penundaan ini terkait dengan tingginya suku bunga saat ini. Kini perseroan tengah dalam proses due diligence atas perusahaan sasaran.

UNSP
Menandatangani perjanjian pembentukan perusahaan patungan dengan ASD Costa Rica untuk menggarap lahan sawit di Sumatera Utara seluas 285 ha.

Selengkapnya......

Rabu, Juli 02, 2008

Berita Emiten 2 Jul 2008

ANTM
Menyampaikan perpanjangan waktu penawaran kepada Herald Resouces hingga 8 Juli 2008 dari sebelumnya 1 Juli 2008. Terakhir konsorsium perseroan dan pesaingnya BUMI memberi penawaran beli yang sama sebesar AUD2.80 per saham atas akuisisi Herald Resources.

BBNI
Melakukan Road Show dalam rangka memberi penjelasan kinerja dan prospek perseroan yang terus membaik kepada sekitar 20 investor pengelola dana global.

BMRI
Memimpin bank sindikasi dalam pemberian kredit kepada perusahaan tambang batubara PT Saptaindra Sejati sebesar US$300 juta. Perseroan juga segera menyampaikan nilai akuisisi 51% saham Tunas Finance dimana pengikatan jual beli sudah ditandatangani akhir bulan lalu.

MEDC
Tetap melanjutkan rencana divestasi beberapa anak usahanya antara lain melalui IPO. Termasuk didalamnya adalah Medco Global yang diharapkan aksi ini dapat terrealisasi tahun depan.

Selengkapnya......

Selasa, Juli 01, 2008

Berita Emiten 1 Jul 2008

PTBA
Menaikkan harga jual batubara untuk kebutuhan pembangkit listrik Suralaya sebesar 13.4% menjadi Rp617.900 per metrik ton pada periode Juli - Desember 2008 yang didorong oleh kenaikan harga BBM. Dalam periode itu perseroan akan memasok sebanyak 2.8 juta ton.

BISI
Menargetkan peningkatan produksi benih jagung menjadi 50 ribu ton akhir tahun ini dari sebelumnya 20 ribu ton. Dengan demikian perseroan akan menguasai pangsa pasar benih jagung nasional. Pembiayaan atas usaha peningkatan produksi bibit sebesar Rp402M diambil dari kas internal dan sisa hasil IPO.

MIRA
Untuk membiayai akuisisi APEX senilai Rp5.19T perseroan mengkaji Right Issue atau menjaminkan maksimal 35% saham ke kreditur, Goldman Sachs.

TOTL
Memperoleh kontrak pembangunan Kemang Village senilai Rp1.3T dari Lippo Group. Proyek ini akan menyumbang pendapatan tahun ini sebesar 15%, tahun 2009 sebesar 65% dan tahun 2010 sebesar 20%.

DEWA
Menargetkan peningkatan pendapatan tahun ini sebesar 32% dibanding tahun lalu yang didukung oleh peningkatan produksi batubara di Bengalon, Kalimantan Timur.

Selengkapnya......

Senin, Juni 30, 2008

Berita Emiten 30 Jun 2008

SMGR
Memperkirakan membukukan peningkatan laba bersih H1 2008 sebesar 40% dibanding periode sama tahun lalu. Manajemen juga memperkirakan peningkatan penjualan domestik sebesar 9% dibanding tahun lalu yang sebesar 6.6%. Peningkatan penjualan ini didorong oleh konsumsi untuk property dan proyek infrastruktur. Perseroan segera merealisasikan pembangunan pabrik semen dan pembangkit listrik senilai total US$1.5M.

SGRO
Berpotensi melakukan akuisisi terhadap kebun sawit pada akhir tahun ini. Untuk itu perseroan menyiapkan alternatif Right Issue untuk langkah tersebut.
Perseroan telah menganggarkan capex sebesar Rp600M tahun ini untuk menggarap lahan baru seluas 35 ribu di Kalimantan dan Sumatera berupa penanaman dan pembersihan.

INDF
Tingginya inflasi dan menurunnya daya beli masyarakat memdorong perseroan memproyeksikan kenaikan penjualan tahun 2008 hanya sebesar 6% dibanding tahun lalu.

MDLN
AA Land Pte Ltd meningkatkan kepemilikan saham perseroan dari 29.8% menjadi 43.34% melalui konversi obligasi senilai Rp295M (equivalen Rp500 per saham). Terkait ekspansi, Maret lalu perseroan menandatangani kerjasama dengan Keppel Land untuk membangun proyek kota mandiri di Cakung seluas 270 ha. Sementara itu, untuk menutupi capex 2008 sebesar Rp300M, perseroan berencana mencari pinjaman bank sebesar Rp100M.

Selengkapnya......